[LISI] SEBUAH CATATAN SEJARAH - 3 -. SYRIA, SNAPSHOT AFRIKA TIMUR TENGAH MUSIM PANAS 1965..
yth rekan-rekan sekalian,
bersama ini saya kirimkan sebuah berita,
catatan dari pak ibrahim isa
dari milis LISI.
selamat menelaah!
salam,
yankoer,-IBRAHIM ISA7 Juni 2005.----------------------------------------CATATAN SEJARAH -(3): SYRIA "SNAPSHOT" AFRIKA-TIMUR TENGAH (1965)-----------------------------------------Dalam rangka mempersiapkan Konferensi Asia-Afrika Ke-2, yang menurut rencana akan dilangsungkan di Aljazair dalam musim panas 1965, pemerintah Indonesia mengirimkan sebuah misi, diberinama "Misi Safari Berdikari". Kunjungan dilakukan ke 11 negeri-negeri Afrika dan Timur Tengah. Delegasi Indonesia yang dikepalai oleh Waperdam Menlu Dr. Subandrio, a.l. termasuk juga di situ Menteri Negara Nyoto, Marsekal Udara M. Herlambang, Jendral T.M. Haryono, sejumlah wartawan; termasuk saya sendiri, wakil OISRAA di Sekretariat Tetap Gerakan Setiakawan AA di Cairo; dan sejumlah diplomat dan staf Deparlu, termasuk Ganis Harsono dan Alex Alatas. Saya diikutsertakan menjadi anggota Delegasi dengan fungsi sebagai "penasihat" Menlu. Tugas kongkrit: memberikan input situasi/kondisi kongkrit secara singkat-padat mengenai negeri-negeri Afrrika dan Timur Tengah yang akan kami kunjungi. Setiap kali sebelum pesawat mendarat di lapangan terbang suatu negeri, input yang saya susun itu sudah di tangan Menlu.Perjalanan Misi yang makan waktu hampir dua minggu dilakukan dengan menggunakan pesawat charter dari Garuda Indonesian Airways (GIA).Berikut ini teks laporan tsb yang masih ada pada saya. Ada satu dua yang belum saya temukan. Entah kececeran dimana. Maklumlah sudah hampir empat puluh tahun berlalu. Laporan sikon negeri-negeri tsb sudah dibundel pada akhir kunjungan Misi, dan dibagikan kepada anggota Delegasi. Saya masih ingat betul, ketika itu saya memperoleh kumpulan lengkap laporan saya yang sudah dibundel itu dari Sdr Alex Alatas, Staf Deparlu yang ikut dalam rombongan. Ketika itu namanya masih A l e x Alatas, masih belum menjadi petinggi Deparlu RI; kemudian ia mengganti namanya menjadi A L I A L A T A S; kira-kira sesudah Mochtar Kusumaatmaja tidak lagi menlu zaman Orba. Ketika dalam tahun 2001 saya berkunjung ke Bg Riset Deparlu di Pejambon Jakarta dan melakukan riset kecil, ternyata hampir semua dokumentasi sekitar akhir pemerintahan Presiden Sukarno dan permulaan Jendral Suharto naik panggung politik, ---- samasekali tidak ada. Entah kemana. Yang bertanggungjawag atas dokumentasi ketika saya tanyakan, menjawab singkat; Yang ada hanya ini, Pak. Habis cerita!Keadaaan itu saya cek dengan seorang mantan dubes yang tidak mau disebut namanya, menanyakan kepadanya, dimana dokumentasi Deparlu RI mengenai kegiatannya pada periode "pancaroba" tsb. Mantan dubes menjawab sambil berbisik: Diamankan Pak! * * * Di bawah ini, adalah laporan "snapshot" yang kebetulan masih ada pada saya.-----------------------------------------------------------KEADAAN POLITIK DI BERBAGAI NEGERI AFRIKA DAN TIMUR TENGAH:----------------------------------------------------------- Negara-negara yang dikunjungi :1. Aljazair, 2. Libanon, 3. Syria, 4. Irak, 5. Iran, 6. Somalia, 7. Sudan, 8. Kongo Brazaville, 9. Ghana, 10. Mali, 11. Guinea.SYRIA.Musim panas tahun 1965.Ada 4 kekuatan politik yang memainkan peranan utama di Syria, yaitu Partai Baath (dan penyokong-penyokongnya), Tentara, Partai Komunis dan golongan Naseris. Dari 4 kekuatan ini, Tentara memainkan peranan menonjol. Ini disebabkan karena Tentara ganti-berganti beraliansi/dipengaruhi oleh Partai Baath, Partai Komunis dan golongan Naseris. Ini pulalah yang menyebabkan timbulnya kup dan kontra-kup di Syria.Selama 3 tahun di bawah kekuasaan Cairo, Partai Baath dan Partai Komunis sudah banyak dilemahkan oleh tindakan-tindakan Nasser. Yang dilakukan Nasser di Syria: Mula-mula membersihkan orang-orang Komunis - melarang partai tsb - dan kemudian orang-orang Baath - juga partainya dilarang. Karena pukulan yang diberikan oleh Nasser lebih keras ditujukan kepda Partai Komunis, maka bagi Baath lebih mudah untuk memulihkan kekuatannya kembali sesudah persatuan dengan RPA menjadi pecah dalam bulan September tahun 1961.Pemerintah Jendral Amin El Hafez sekarang ini adalah suatu koalisi antara Temtara dengan Partai Baath. Meskipun di satu fihak Hafez tidak mengizinkan Baath campur tangan dalam urusan Tentara, dan dilain fihak pemimpin-pemimpin Baath menurut pengakuan Partai adalah pemimpin rakyat dan negara, namun, koalisi ini bersatu dalam satu hal: Membersihkan pemerintahan dari elemen-elemen Nasseris.Oleh karena itu, tidaklah heran bahwa, Republik Persatuan Arab (Cairo) sangat tidak senang terhadap pemerintah Hafez dan memobilisasi segala usaha untuk mendeskriditkan dan kemudian menggulingkan kekuasaan di Syria sekarang ini.Tentu saja, Hafez tidak tinggal diam. Ia balas memukul kembali. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab yang baru lalu di Alexandria, RPA, ia mengekspos tindakan-tindakan subversif yang dilakukan oleh RPA (Cairo) di Syria. Ketika Nasser menyatakan bahwa bangsa-bangsa Arab tidak bisa pada saat ini membebaskan Palestina, dan bahwa RPA tidak sanggup untuk berperang dengan Israel karena sebanyak 50.000 dari tentaranya sedang "bertugas" di Yemen, maka lagi-lagi Hafez menyerang Nasser secara terbuka. Tindakan Hafez yang cepat sekali mengakui pemerintahan baru di Aljazair baru-baru ini, juga dimaksudkan untuk menantang Nasser.Pengalaman Syria selama 3 tahun bergabung dengan Mesir dalam Republik Persatuan Arab (RPA) telah menimbulkan kebencian yang mendalam di kalangan Tentara, Partai Baath maupun Partai Komunis terhadap Nasser. Oleh karena itu koalisi diantara kekuatan-kekuatan ini kiranya tidak memungkinkan persatuan kembali dengan Mesir.Dalam Tentara sekarang ini terdapat dua golongan yang besar. Golongan "independents" dan golongan Baath. Dalam golongan Baath sendiri terdapat opsir-opsir yang tidak menyukai dan menentang terlalu banyaknya campur tangan Partai Baath dalam Tentara. Politik Hafez tampaknya lebih militan dalam menghadapi Israel dibanding dengan Mesir dan negeri-negeri Arab lainnya. Disamping menyerukan dilancarkannya konfrontasi total, termasuk berperang, Syria aktif mengorganisasi dan membiayai organisas-organisasi gerilya yang dari saat ke saat mengadakan serangan-serangan di sepanjang perbatasan Syria - Israel.Di bidang ekonomi Hafez telah menjalankan tindakan-tindakan nasionalisasi. Selain, Partai Baath memang menyatakan bahwa tujuannya adalah Sosialisme, tindakan ini dimaksudkan untuk mengkonsolidasi pemerintahannya dan memperoleh popularitas di kalangan massa. Namun, sangat sulit bagi Hafez untuk memperoleh sokogan massa yang luas selama ia tetap melakukan pengekangan terhadap hak-hak demokratis.Meskipun koalisi Tentara/Baath tidak stabil, namun, kedua golongan ini saling memerlukan untuk menghadapi golongan Nasseris dan Komunis.Partai Baath yang masih mempunyai cabang-cabang partai sesaudara di Jordania, Libanon, Irak dan juga di Lybia (pada umumnya sekarang bergerak di bawah tanah) tetap menyerukan untuk "Persatuan Arab". Tetapi sesudah Partai Baath dipukul oleh Jendral Aref di Irak, agaknya sulit bagi Baath untuk merealisasi tujuannya itu. Apalagi bila diingat bahwa "musuh" Syria yang paling besar di Selatan, ialah Mesir (RPA), tidak hanya merintango kegiatan Syria tetapi bahkan bekerja untuk digulingkannya rezim Baath dimanapun adanya. Nasser telah berkata bahwa selama Baath berkuasa di Syria - dan dahulu di Irak - maka persatuan (Syria) dengan Mesir adalah tidak mungkin.Berhubungan dengan tindakan Aref dari Irak baru-baru ini yang mulai menggeser beberapa tokoh dari golongan Nasseris dari pemerintahan, maka mungkin ada kesempatan baru bagi orang-orang Baath di Irak untuk memainkan peranannya dan dengan demikian memperbaiki hubungan antara Syria dengan Irak. Kalau ini terjadi maka lagi-lagi Mesir akan terpukul. Di Syria yang sejak kemerdekaannya selalu dijangkiti oleh kup dan kontra-kup tidak terdapat kekuatan anti-imperialis yang cukup konsekwen dan revolusioner.Kestabilan koalisi di Syria tampak dari kenyataan bahwa Partai Baath yang dalam zaman sebelum panggabungan dengan Mesir ada dalam satu front dengan Partai Komunis kemudian mengadakan koalisi dengan Tentara dan Nasseris untuk menghadapi kemajuan Partai Komunis dalam tahun 1958 dan mendesak diproklamasikannya penggabungan dengan Mesir, belakangan menjadi kekuatan yang ikut mempelopori keluarnya Syria dari RPA. Baath kemudian membersihkan orang-orang Nasseris dari pemerintahan yang baru.Partai Komunis Syria yang tadinya mempunyai pengaruh yang besar di kalangan Tentara dab nassa sekarang agak merosot karena pukulan-pukulan yang diberikan oleh Nasser selama penggabungan tempohari dan juga oleh karena pukulan-pukulan yang dideritanya dari Partai Baath. Sesudah Kongres Ke-8 Partai Baath seluruh Arab dalam bulan April 1965 y.l. terjadilan perubahan dalam pimpinan Baath Internasional. Michel Aflak, Sekjen sebelum Kongres, telah digeser dan digantikan oleh Raza. Dalam Internatinal Command Baath yang sekarang terdiri dari 17 orang itu, duduk 5 orang dari Syria. Presiden Hafez sendiri kini menduduki jabatan Sekjen Partai Baath unutk Syrian Command.Pimpinan Baath yang baru menunjukkan tendens yang lebih maju dibanding dengan yang lama. Perjuangan antara kekuatan kanan, tengah dan kiri berjalan terus dalam Baath. Namun, bisa dikatakan bahwa kecenderungan adalah kekiri.Demikianlah bisa dikatakan pada umumnya bahwa rezim Hafez pada saat ini dalam batas tertentu mencerminkan hasrat rakyat dalam perjuangan anti-imperialisme dan anti-feodalisme. Partai Baath yang sekarang ini, dibanding dengan kekuatan-kekuatan lainnya di negeri-negeri Arab, relatif adalah yang terbaik dalam sikap anti-imperialismenya.Dengan dipusatkannya kekuasaan oleh Hafez ditangannya sendiri --- Hafez sebagai Presiden menguasai pemerintahan, sebagai Panglima Tertinggi menguasai Tentara dan sebagai Sekjen Partai Baath menguasai Partai, maka rezim ini yang utamanya adalah Tentara, bisa dikatakan relatif stabil.Hafez yang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan besar belum mempunyai program yang jelas mengenai landfreform.Diantara pimpinan Baath di Syria, Hafez termasuk yang paling anti Nasser. Meskipun mayoritas dari Baath anti Nasser, tetapi ada elemen-elemen yang membela kerjasama dengan Mesir.Sebelum Panglima Tertinggi Hafez menguasai Tentara, yang langsung bertanggungjawab adalah KASAP-nya, yaitu Jendral Salah El Jadidi, yang juga merupakan tokoh kedua dalam Baath. Tampaknya ada kontradiksi antara Hafez dengan Jadidi, baik dalam soal-soal politik maupun soal-soal kekuasaan. Hafez dikatakan lebih baik dari Jadidi yang sangat dekat dengan Michel Aflak, bekas Sekjen Baath (International Command).Dengan segala cabangnya atau partai se-saudara yang ada di Libanon, Irak, Jordania dan Lybia yang bekerja secara ilegal, Partai Baath di Syria tidak dapat menjadi pelopor dari persatuan Arab, karena tidak mendapat dukungan massa Arab dan karena saingan Mesir yang potensi dan pengaruhnya lebih besar di kalangan massa rakyat Arab. Lagipula gembar-gembor persatuan yang dilancarkan oleh Syria itu, lebih banyak diilhami oleh ambisi lama untuk memulihkan "Syria Raya" yang meliputi Jordania, Libanon dan Palestina.Karena sikap Indonesia yang cepat mengakui pemerintah Syria sesudah pecahnya persatuan dengan Mesir, dan juga karena perbedaan garis politik luarnegeri antara Indonesia dengan Mesir, maka sikap Syria terhadap Indonesia adalah bersahabat. Sikap tegas Indonesia mengenai Israel juga meningkatkan derajat Indonesia di manta Syria.***[Non-text portions of this message have been removed]======================================================================Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah forum untuk menggagas dan mempertukarkan ide baru serta mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. Dalam LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis dari beragam perspektif yang memungkinkan proses pendidikan dan pembelajaran kolektif yang mendukung kemajuan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya.======================================================================1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: LISI-unsubscribe@yahoogroups.com2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: LISI-subscribe@yahoogroups.com3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman attachment file tidak dimungkinkan, kecuali via moderator.4. Bahasa Resmi dalam LISI: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari "posting a la chating".

